Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Desember 2012

KLIK : 10 Ide 1 Cerita

"Mags
Lemparkan kembali semuanya
Gee"


Kisah Klik berfokus kepada George Keane Henschler atau Gee. Bagi Maggie, Gee adalah sosok kakek yang selalu dia nantikan kehadirannya. Setiap kali Gee datang dia selalu membawakan beragam cerita untuknya dan juga Jason, kakaknya. Namun, Gee meninggal dunia, dan dia mewariskan sebuah kotak berisi tujuh kerang untuk Maggie, dan foto-foto untuk Jason.

Awalnya mereka berdua mengira benda-benda itu tidak ada artinya sama sekali, terutama bagi Maggie yang menganggap jika dia membuka kotak  itu, maka kenangannya bersama Gee akan menjadi yang terakhir.Akan tetapi, Gee mewariskan lebih dari sekedar kerang untuk Maggie, dan lebih dari sekedar foto-foto orang terkenal untuk Jason. Semua itu membawa mereka ke dalam perjalanan penuh kejutan. Menyeberangi lautan, melintasi benua, menemukan jati diri, dan juga merekam jejak seorang Gee yang selama ini mereka kenal.

Novel "KLIK" ditulis oleh sepuluh orang penulis yang namanya tentu tidak asing di telinga anda. Pada awalnya saya tertarik karena melihat nama Eoin Colfer (pengarang Artemis Fowl) termasuk ke dalam salah satu dari penulis itu. Walaupun setiap bab ditulis oleh orang yang berbeda, namun seperti yang saya singgung sebelumnya, setiap cerita tertuju kepada sosok Gee. Siapakah Gee? Seperti apa dia? Bagaimana kehidupannya? Apa yang terjadi padanya? Apa pengaruh Gee bagi mereka? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul setiap saya membalik halaman buku ini, dan sedikit demi sedikit terjawab layaknya mengikuti aliran air, layaknya sebuah novel yang ditulis oleh satu orang saja.

Mereka merangkaikan cerita dengan apik, dengan alur maju mundur tanpa membuat pembaca kesulitan mencerna inti ceritanya. Di antara sepuluh cerita ini, mungkin bab berjudul "Min" yang menggelitik hati saya. Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Terlepas dari itu semua, "KLIK" menyampaikan pesan bahwa perjalanan itu tidak akan pernah berakhir, dan merupakan warisan yang abadi.


Judul Buku :KLIK
Pengarang : Eoin Cofler, Linda Sue Park, Ruth Ozeki, Nick Hornby, Tim Wyne-Jones, David Almond, Gregory Maguire, Deborah Ellis, Margo Lanagan, Roddy Doyle.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2012
Tebal : 228 halaman





Minggu, 10 Juni 2012

Resensi Buku: Artemis Fowl and The Lost Colony



Apa jadinya jika dua anak genius saling beradu? Hal ini yang tengah dialami oleh Artemis Fowl, dan juga bencana bagi Kaum. Satu Artemis Fowl sudah cukup membuat dunia bawah kalang kabut, sekarang muncul lagi seorang gadis dengan IQ tinggi yang berambisi untuk mendapatkan nobel perdananya,parahnya dia juga mengetahui bahwa Peri itu ada, Minerva Paradizo.
Setelah aksi penuh ketegangan dengan kudeta Opal Koboi, Artemis menemukan elemen lain yang akan muncul ketika persamaan energi waktu mencapai titik temu, yaitu Demon. Walaupun masih berhubungan dengan para peri, Demon terpisah setelah perang besar di Traille yang membuat mereka disegel di sebuah pulau bernama Hybrass oleh para warlock demon.

Artemis semakin tertantang untuk mengetahui rahasia dibalik kemunculan demon ini setelah perjalanannya menembus ruang dan waktu. Tetapi, Minerva yang dipenuhi oleh ambisinya mempresentasikan Demon sebagai karya ilmiah juga memikirkan hal yang sama. Kejadian semakin menarik ketika sesosok Demon bernama No.1 -yang menolak sifat Demonish dalam dirinya, dan lebih beradab- muncul di permukaan bumi. Artemis harus mengakui kecerdikan Minerva ketika gadis itu berhasil menculik No.1 di depan matanya. Mau tidak mau Artemis harus merebut kembali No.1 dibantu dengan teman-temannya (mantan kapten) Holly Short si elf yang kini beralih menjadi detektif swasta, Foaly si Centaur maniak teknologi, dan mantan kurcaci kriminal Mulch Diggums untuk menembus rapatnya kediaman Paradizo di mana Minerva menyekap No.1.

Kehadiran Demon ini juga membawa masalah tersendiri bagi kelangsungan semua makhluk, karena mantra waktu yang menopang Hybrass mulai runtuh. Belum lagi kawanan demon haus darah yang berniat kembali ke bumi untuk balas dendam. Tidak ada lagi waktu untuk berpikir, Artemis harus membuat keputusan cepat untuk mengakali saingannya dan berpacu dengan waktu. Masalahnya selain Demon, Artemis muda kini tengah dipusingkan juga dengan perasaan cinta. ^^

Buku kelima dari seri Artemis Fowl karangan Eoin Colfer ini semakin menyajikan plot yang menarik. Colfer pandai memadukan fiksi dan kenyataan,sehingga tidak membuat pembacanya bosan mengikuti serial bocah genius ini. Perpaduan antara karya sastra dengan penjelasan ilmiahnya pun diolah dengan baik, selain itu dia memasukan beberapa karakter baru yang mempunyai andil dalam perubahan sifat Artemis. Dari segi cerita yang ingin Colfer sampaikan, saya menangkap pesan bahwa penjahat yang sesungguhnya bukan mereka yang kejam dalam membunuh, tapi orang yang mampu merencanakan segala sesuatu secara akurat, efektif, dan efisien.

Tapi Artemis sendiri adalah anak laki-laki, yang bahkan belum genap berusia 17 sekarang. Pertemuannya dengan banyak orang lambat laun mengubah cara pandang dirinya. Di buku ini mungkin anda juga harus bersiap-siap terkejut karena ada perkembangan yang tidak akan anda duga sebelumnya. Maka saya sarankan anda untuk duduk tenang dengan segelas teh hangat, dan bukalah halaman pertama dari Artemis Fowl and The Lost Colony ini. Happy Reading ~~

Judul Buku : Artemis Fowl and The Lost Colony (Indonesia: Artemis Fowl dan Koloni yang Hilang)
Pengarang : Eoin Cofler
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2012
Tebal : 416 halaman

Posted via BlogPost